Postingan

Déjà vu of Love - 6

Seharian ini Desi menghabiskan waktunya hanya dikamar. Besok Desi akan mengurus surat-surat pindahnya ke sekolah barunya di Aceh. Biarlah hari ini Desi mengistirahatkan tubuhnya sebelum besok akan bercapek ria dengan mengurus surat pindahnya. Tubuhnya membutuhkan sedikit istirahat, dikarenakan lelah menghadapi masalah dihari kemarin. Hatinya juga lelah menahan sakit yang luar biasa. Ketika masih memejamkan matanya, tak lama ponsel Desi berbunyi. Dari nomor yang gak ada namanya. “Hallo assalamualaikum” “heh cewek gatal ngapain kau ganggu pacar aku hah?” “dijawab dulu kek salamnya, maaf ini dengan siapa ya?” “aku pacarnya Bayu, kan udah aku bilang. Ngapain kau ganggu pacar aku hah? Jadi cewek jangan kegatelan lah, gak laku ya makanya gangguin pacar orang” Hilang sudah kesabaran Desi mendengar ucapan wanita ini “heh siapa yg ganggu pacar kau hah? Kau yang ganggu pacar aku gak? Eh kau gak tau ya, sebelum kau pacaran sama Bayu dia tu punya pacar. Pacar dia t...

Déjà vu of Love - 5

Sudah 8 bulan berlalu, sekarang memasuki bulan ke 9 Desi belajar di pondok. Banyak yang udah ia pelajari disini. Tentang agama, kehidupan, teman, masih banyak lagi. Selama disana badan Desi tidak bisa menerima dengan baik hidup di pondok. Ada aja penyakit yang menyerang tubuhnya. Dari cacar, biduran, hingga 1 waktu ada seperti daging di ketiaknya sampai saat ini Desi gak tau penyakit apa itu. Udah dibawa ke orang pintar/bidan didekat pondok juga belum diketahui penyakit apa. Bidan yang Desi kunjungi itu menyuruh Desi segera mengeceknya ke rumah sakit. Sepertinya perlu di lakukan operasi sebagai tindak lanjut dari penyakit Desi ini. Sebelum semuanya terlambat. Desi belum kabarin Bapak dan Mami. Tapi Fatin yang tau kalo ada daging lebih yang tumbuh di ketiaknya Desi takut. Dia nelfon mamaknya. Dan akhirnya dia memutuskan menelfon Bapak. Bapak dan Mami yang mengetahui hal itu dari Fatin sangat khawatir dengan Desi. Bapak langsung menelfon orang kepercayaannya di pondok. Dan m...

Déjà vu of Love - 4

“Diberitahukan kepada Saudari Desi Permata Sari dari Aceh mohon segera kekantor dikarenakan ada panggilan dari keluarganya”. Suara wanita salah satu pegawai di pondok mengumumkan. Mendengar pengumuman itu Desi merasa terkejut. Keluarga ? siapa ya ? itu yang terlintas dibenak Desi. Sepanjang jalan dari kamar menuju kantor pondok Desi gelisah, keluarga dia yg mana nelfon. Apa mungkin bapak? Sampai di kantor Desi berjumpa dengan pegawai wanita yang duduk didekat telfon. “Cari siapa mbak?” ucap pegawai itu “tadi ada panggilan atas nama Desi Permata sari” “oh iya mbak, udah berapa kali di telfon sama abangnya” Desi kaget dengan perkataan pegawai itu. “Abangnya”. Abang siapa ya ? Desi masih bingung siapa yang nelfon ngaku sebagai abangnya. “oh iya mbak?” ucap Desi tak percaya “iya mbak, tunggu ya mbak. Tadi saya bilang ke abangnya mohon ditunggu ya mas, 10 menit lagi nanti ditelfon lagi ya mas”. “ohya mbak Desi silahkan duduk dulu” “oh gitu ya mbak. Iya...

Déjà vu of Love - 3

Malam sebelum berangkat, Desi dan Bayu telfonan gak putus-putus. Untung saja nenek Desi sudah packing semua barang-barang Desi yang akan dibawa. Jadi Desi tidak perlu sibuk-sibuk membereskan barangnya lagi. Malam ini adalah kesempatan terakhir Bayu mendengar suara Desi. Besok Desi udah berangkat dan masuk ke pondok. Bayu bakalan susah buat hubungin Desi. Karna Desi gak dikasih bawa handphone ke lingkungan pondok pesantrennya. Disetiap pembicaraannya dengan Desi, Bayu selalu mengeluh ‘ Yah besok adek udah berangkat ya ’ kata-kata itu membuat Desi gak sanggup ninggalin Bayu. “Dek besok abg antarin adek ke bandara ya” “Eh gak usah bg, kita tadi kan udah pamitan, udah salaman juga” “Gak apa, abg mau antar adek pokoknya” “Gak usah abg, keluarga adek antarin adek semua bg” “Iya abg gak antar. Yaudah istirahat terus adek. Jangan begadang ya” “Iya abang. Abang istirahat juga ya” Tak lupa Bayu mengucapkan ucapan rutinnya yang selalu dia ucapkan saat malam. B...

Déjà vu of Love - 2

Ibunya Desi meninggalkan sebuah wasiat sebelum kepergiannya. Seakan-akan dia tau, dia akan pergi meninggalkan kedua anaknya. Wasiatnya memang tidak tertulis, melainkan hanya tersebut dari mulutnya saja. Ibunya Desi bicara dengan kakeknya Desi. ” Pak, kalau saya sudah tidak ada lagi. Tolong masukkan si Desi ke Pondok di Karawang, saya mau salah satu anak saya mengerti tentang agama” Wasiat ibunya Desi di laksanakan oleh kakeknya Desi. Kakeknya Desi udah membahas masalah Desi yang akan dipondokkan di Karawang dengan Om dan Tante Desi. Mereka semua setuju untuk memondokkan Desi setelah tamat SMP. Karna mereka takut kalau tamat SMA, Desi pasti tidak akan mau. Sudah bulat dengan keputusan Kakek, Nenek, Om dan Tante Desi. Desi akan mondok sekalian sekolah di Karawang sampai tamat SMA. Mendengar itu Desi bingung bagaimana dia bicara dengan Bayu. Malam minggu ini Desi memutuskan untuk pergi ke rumah Tante Eti yang tak jauh dari rumahnya. Tante Eti adalah adik dari ibunya Desi. Des...

Déjà vu of Love - 1

Kembali ke hubungan Bayu dan Desi. Bayu dan Desi menjalani hubungannya tanpa ada status pacaran. Bayu belum pernah mengajak Desi untuk menjadi pacarnya. Tapi Bayu selalu bilang “Abang sayang adek” setiap kali selesai telfonan saat malam hari. Desi selalu dibuat melayang dengan ucapan Bayu. Desi juga menyayangi lelaki itu. Entah apa yang buat dia merasa sesayang itu pada Bayu. Siang itu Bayu sedang pusing dengan tugas kampusnya yang semakin hari semakin banyak. Bayu mengambil jurusan teknik sipil di Universitas Muhammadiyah Aceh. Kali ini tugas yang paling malas Bayu kerjakan. Menulis. Sehingga dia meminta tolong pada Desi untuk membantu mengerjakan tugasnya. “Adek lagi dimana? Abang lagi buat tugas ni, banyak kali. Tapi nulis. Abang bisa minta tolong dek?” Bayu langsung mengirim pesan yang ia ketik ke no Desi. “Boleh bg, kapan kumpulnya?” “Minggu sore abang ambil, bisa dek ?” “Bisa abang” Bayu langsung menuju rumah Desi dengan membawa perlengkapan yang dib...

PROLOG

“Des, kamu dimana? Ada Bayu ni dirumah” Desi membaca pesan dari temannya itu. Membaca nama Bayu membuat Desi ingin segera membalasnya. “Iya aku kesana sekarang” jawab Desi singkat dan bergegas pergi menuju rumah Ayu temannya itu Rumah Ayu memang gak jauh dari rumah Desi. Ayu di lorong Barat 5 sedangkan Desi di Barat 7. Iya. Mereka tinggal di sebuah komplek di Banda Aceh. Desi dan Ayu temen 1 sekolah. Mereka sangat dekat. Desi mengenal Bayu dari Ayu. Bayu itu teman Firman. Dan Firman temannya Ayu. Pertama jumpa Bayu juga dirumahnya Ayu. Saat itu Ayu sedang dekat dengan Firman, Firman membawa temannya. Bayu Desi sudah 2 bulan dekat dengan Bayu, namun baru sekarang Bayu meminta no hpnya. Ya biasanya mereka langsung jumpa dirumahnya Ayu. Bayu tinggal di kampung dekat komplek rumah Desi. Beda usia mereka 4 tahun. Saat ini Desi akan naik ke kelas 3 SMP. Sedangkan Bayu baru menyelesaikan SMA-nya dan akan masuk ke Universitas swasta di Banda Aceh. Kembali ke Desi. Desi...