Déjà vu of Love - 1

Kembali ke hubungan Bayu dan Desi. Bayu dan Desi menjalani hubungannya tanpa ada status pacaran. Bayu belum pernah mengajak Desi untuk menjadi pacarnya. Tapi Bayu selalu bilang “Abang sayang adek” setiap kali selesai telfonan saat malam hari.

Desi selalu dibuat melayang dengan ucapan Bayu. Desi juga menyayangi lelaki itu. Entah apa yang buat dia merasa sesayang itu pada Bayu.

Siang itu Bayu sedang pusing dengan tugas kampusnya yang semakin hari semakin banyak. Bayu mengambil jurusan teknik sipil di Universitas Muhammadiyah Aceh. Kali ini tugas yang paling malas Bayu kerjakan. Menulis. Sehingga dia meminta tolong pada Desi untuk membantu mengerjakan tugasnya.

“Adek lagi dimana? Abang lagi buat tugas ni, banyak kali. Tapi nulis. Abang bisa minta tolong dek?” Bayu langsung mengirim pesan yang ia ketik ke no Desi.

“Boleh bg, kapan kumpulnya?”

“Minggu sore abang ambil, bisa dek ?”

“Bisa abang”

Bayu langsung menuju rumah Desi dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugasnya. Seperti kertas folio, pulpen dan bahan yang akan disalin.

Bayu menghentikan motornya didepan lorong tempat mereka sering duduk dengan Ayu dan Firman. Kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan menelfon Desi. Tak lama kemudian Desi keluar dari rumah menghampiri Bayu. Ia langsung menyerahkan semua perlengkapan yang ia bawa pada Desi.
“Makasih banyak ya dek udah mau bantuin abang “ ucap Bayu dengan wajah malu-malunya.

“Belum juga dibuat udah bilang makasih aja bang” jawab Desi dengan senyum andalannya yang paling mampu membuat jantung Bayu berdebar-debar.

Kemudian Desi membalikan badannya dan berjalan masuk kerumahnya. Bayu menghidupkan motornya dan memutar motornya pergi kembali kerumahnya juga. Bayu kembali mengerjakan tugasnya yang lain.

*********

Desi mengerjakan tugas Bayu yang kemarin siang dikasih padanya. Neneknya yang sering dipanggil Mami oleh Desi. Melihat cucunya itu sedang bergelut dengan tugasnnya memasangkan obat nyamuk dan meletakkannya di bawah meja belajar Desi.
“Banyak kali tugasnnya ya?” tanya Mami

“Iya ni Mi” jawab Desi singkat.  “Padahal ini tugasnya bg Bayu, aku aja selalu nyalin tugas temenku disekolah. Gak apa-apa lah demi bg Bayu.” Ucapnya dalam hati.

Sudah jam 10 malam, Desi masih sibuk menulis tugasnya Bayu. Bagaimana bisa selesai. Tugasnya aja kira-kira sampai 10 lembar folio penuh. Melihat cucunya belum selesai mengerjakan tugas. Neneknya mengambil segelas air putih dan meletakkannya di samping meja Desi.
“Minum dulu nak, biar hilang capeknya. Kalau gak sanggup disambung besok nak” ucap nenek Desi dengan sayang.

“Iya mi, makasih ya” jawab Desi sambil memandangi wajah neneknya itu. Kemudian neneknya keluar dari kamar Desi.

Desi melirik jam di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul setengah 11 malam. Dia merapikan kertas-kertas yang sudah ia tulis. Lalu merebahkan tubuhnya kekasur dan merenggangkan jari-jari tangannya.

Dia mengambil ponselnya dan membuka pesan yaang sepertinya dari tadi sudah masuk. Ia melihat Bayu mengiriminya beberapa pesan. Tak lama membaca pesan dari bayu. Ponselnya bergetar. Nama Bayu yang sedang menari-nari dilayar ponselnya. Dengan cepat Desi mengangkat telfon dari Bayu.
“Assalamualaikum, maaf bg tadi adek lagi nulis tugas abang”

“Waalaikumsalam, iya adek gak apa-apa. Jangan dipaksa kali ya buatnya. Jangan sampek adek gak makan karna buat tugasnya abang”

Ucapan Bayu membuatnya terkekeh. “Iya abang, dikit lagi udah kelar kok” jawab Desi santai

“Loh kok cepat kali?” jawab Bayu tak percaya baru semalam tuganya udah hampir siap dikerjakan Desi.

“Adek gitu loh, semuanya pasti cepat kalo adek yang buat” ucap Desi sambil tersenyum sombong.

“Biasa aja kamu ya dek. Udah malam tidur gih”

“Iya ini lagi rebahin badan di kasur. Abang tidur juga ya jangan begadang”

“Iya sayang. Abang sayang adek” seperti biasa Bayu mengucapkan kalimat itu setiap malam. Dan itu membuat wajah Desi memerah malu dicampur senang. Jantung Desi juga serasa ingin keluar dari tempatnya sangkinng kencangnya.

“Adek juga sayang abang” jawab Desi dengan rasa sayang yang benar-benar memenuhi dirinya saat ini.

“Assalamualaikum adek”

“Waalaikumsalam”


Bayu memutuskan untuk mengambil tugasnya yang Desi kerjakan pada hari Senin ketika akan pergi kekampus. Bayu menghentikan motornya di depan lorong biasanya dia jumpa dengan Desi. Dan segera menelfon Desi.
“Abang udah dinyampek ni.”

“iya sebentar ya bang”

Desi segera keluar membawa setumpuk kertas yang sudah ia tulis selama 2 hari ini. Dan menyerahkan kertas-kertas itu pada Bayu.
“Adek makasih banyak ya”

“iya sama-sama abang. Yaudah pergi terus nanti dosennya keburu datang”

“eh iya. Abang pergi ya”
“Hati-hati ya abang”

Bayu menjalankan motornya dengan cepat. Karna dia sudah telat. Takut dosennya udah datang.



*********

Komentar